1. Harga naik - Volume naik
Keadaan ini menunjukkan emosi pasar yang positif, berpandangan optimistik serta harapan yang tinggi terhadap saham. Jadi, keinginan trader untuk membeli saham tersebut sangat tinggi, sehingga volume pasar meningkat.
Implikasi: Gejala harga cenderung naik (Bulish).
2. Harga naik - Volume turun
Keadaan ini menunjukkan emosi pasar yang konservatif terhadap saham. Trader tidak ingin mengambil tindakan untuk membeli saham tersebut walaupun harga naik tetapi mereka lebih cenderung untuk menunggu dan memperhatikan prestasi pasar pada masa ini. Harga saham tersebut kemungkinan besar akan turun kembali karena keinginan trader untuk membelinya sangat rendah.
Implikasi: Gejala harga akan turun (Akan Bearish).
3. Harga turun - Volume naik
Keadaan ini menunjukkan emosi pasar yang panik. Pasar paknik dan ingin melepaskan saham dalam waktu yang singkat. Trader lebih cenderung untuk menjual saham-sahamnya walaupun harga turun.
Implikasi: Gejala harga turun (Bearish).
4. Harga turun - Volume turun
Keadaan ini menunjukkan pihak penjual di pasar semakin berkurang. Walaupun tekanan penjualan sedang berkurang, tetapi pada masa ini masih tidak sesuai untuk membeli saham kerana harga masih menurun. Trader harus menunggu sehingga harga saham menjadi stabil dan tidak jatuh lagi. Lebih-lebih lagi, Volume saat itu berada pada tahap yang sangat rendah. Situasi ini jelas menunjukkan tekanan penjualan telah menjadi sangat rendah dan tidak berupaya menekan harga jatuh ke bawah lagi.
Implikasi: Gejala harga akan naik (Akan Bullish).
5. Harga sama - Volume naik
Keadaan ini menunjukkan harga susah naik ke atas lagi walaupun banyak trader membeli saham. Tekanan penjualan amat tinggi sehingga tekanan pembelian tidak cukup besar untuk menolak saham bergerak ke atas. Oleh karena itu, trader harus berhati-hati dalam keadaan ini karena saham tersebut mungkin akan jatuh.
Implikasi: Gejala harga akan turun.
6. Harga sama - Volume turun
Keadaan ini menunjukkan pasar ingin menunggu dan memperhatikan prestasi saham sebelum mengambil tindakan. Harga tidak bergerak karena pihak pembeli dan pihak penjual kurang aktif dan tidak ambil tindakan. Implikasi: Gejala cenderung flat.
KESIMPULAN
1. Ketika harga NAIK dan volume MENINGKAT, harga akan terus NAIK.
2. Ketika harga NAIK dan volume MENURUN, kenaikkan harga mulai melambat atau harga mulai TURUN.
3. Ketika harga TURUN dan volume MENINGKAT, harga akan TURUN lebih jauh.
4) Ketika harga TURUN dan volume juga MENURUN, penurunan harga mulai melambat atau harga mulai NAIK.
5) Ketika volume datar, meskipun harga naik atau turun, itu tidak berdampak pada harga.
PADA KESEIMBANGAN VOLUME / ON BALANCE VOLUME
Keseimbangan Volume adalah suatu teknikal analisis volume yang dipopulerkan oleh Joseph E. Granville. Pada Keseimbangan Volume dihitung dalam 2 tahap, yaitu:
1. Total volume setiap hari dianggap positif atau negatif tergantung pada harga penutupan hari itu, entah lebih tinggi atau lebih rendah. Apabila harga penutupan lebih tinggi maka total volume dianggap POSITIF. Apabila harga penutupan lebih rendah maka total volume dianggap NEGATIF.
2. Nilai positif atau negatif setiap hari dijumlahkan didalam total kumulatif.
Fakta nilai pada keseimbangan volume tidaklah penting, hanya sekedar memberi petunjuk untuk tekanan pembelian dan tekanan penjualan.
Berikut skema PADA KESEIMBANGAN VOLUME



